Cara Mudah Menanam Buah Salak

cara mudah menanam buah salak

Dikenal secara internasional sebagai snake fruit alias buah ular, diberi sebutan begitu karena buah memiliki kulit bersisik berwarna coklat kemerahan seperti ular. Walaupun dari segi tampilan buahnya tampak menakutkan untuk dimakan, setelah mengupas kulitnya akan nampak buah bertekstur kesat dengan rasa manis nan masam. Buah salak memiliki sifat antioksidan yang bermanfaat untuk manusia. Salak atau yang yang bernama latin Salacca zalacca adalah buah yang asli dan banyak dibudidayakan didaerah Jawa dan Sumatera, Indonesia dan ada beberapa petani di negara – negara kawasan Asia hingga Australia yang membudidayakannya. Yuk cus kita simak bagaimana cara bercocok tanam buah salak berikut ini :

1. Penanaman Buah Salak
Benih salak dapat ditanam langsung di tanah atau di tempat  pembibitan. Namun, perbanyakan benih tidak dianjurkan karena kualitas buah dan hasil tanam tidak akan optimal. Perbanyakan vegetatif lebih sering digunakan untuk menjaga hasil dan kualitas penanaman buah salak. Metode penanaman yang paling umum adalah melalui perambatan tanaman. Namun akar tanaman sering terjerat satu sama lain dan sehingga diperlukan langkah yang hati – hati untuk mencegah kerusakan tanaman. Petani salak di Indonesia biasanya akan sangat hati – hati saat menggali di sekitar akar tanaman dan menanam cagak dalam tabung bambu tersegmentasi atau batok kelapa, sedangkan cagak tetap terpasang di tanaman. Tanaman kemudian diambil untuk ditanam di tanah tujuan.

2. Perkembangbiakan Tanaman Buah Salak
Tanaman buah salak yang masih muda membutuhkan naungan dan biasanya tumpangsari di kebun dicampur dengan pisang, mangga, dan sebagainya. Pohon salak berjenis laki – laki harus berjumlah sekitar 20% dari total populasi tanaman buah salak dan tersebar secara merata di antara pohon – pohon berjenis betina. Proses penyerbukan dilakukan oleh getaran bunga laki – laki di atas bunga betina. Penyiangan harus dilakukan sebelum kanopi daun tertutup.

Cagak tanaman buah salak harus dibuang karena mereka dapat mengurangi produksi  buah. Tunas lateral yang dapat terhindar pertumbuhan yang cacat dapat diizinkan untuk tumbuh agar bisa menjadi batang yang berbuah. Bagian tanaman yang sudah tua sebaiknya dipotong dan dikubur atau dibakar untuk digunakan sebagai pupuk. Petani juga menggunakan pupuk kandang, kalium, urea dan superfosfat. Pupuk yang berbeda memberikan berbagai efek berbeda pada buah, menggunakan pupuk selain urea dapat menghasilkan buah yang besar tapi mudah rusak.

next yukcus

Iklan
Pos ini dipublikasikan di alam dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s