11 Ayah Terbaik dan Terburuk Dalam Drama Korea

Selain ibu, sosok seorang ayah juga tak mungkin tergantikan bagi sebagian besar orang. Sebab ia merupakan figur kepala keluarga yang memiliki andil besar dalam memimpin sebuah keluarga serta mendidik anak-anaknya. Watak seorang ayah pun berbeda-beda pada setiap keluarga yang ia pimpin. Ada yang tegas, ada juga yang lembut dan sebagainya. Namun apa jadinya bila posisi seorang ayah juga ditampilkan dalam sebuah drama Korea?. Tentunya perangai seorang ayah akan ditampakkan dengan berbagai macam gaya dan rupa, tergantung cerita drama tersebut. Sering kali kita jumpai para ayah tersebut terlibat langsung di dalam lika-liku drama Korea sehingga terkadang mengharuskan mereka tampil baik dan juga buruk. Lalu siapa sajakah mereka dan bagaimana kisah dalam drama Korea yang mereka bintangi?. Yuk cus kita simak sebelas ayah terbaik dan terburuk dalam drama Korea berikut ini :

1. Drama Korea Pinocchio
Bagi yang sudah menonton drama dengan judul tak asing ini, tentu sudah dapat menyimpulkan bahwa drama Korea ini kurang lebih bercerita tentang kasih sayang seorang ayah yang tiada henti. Meski cerita cinta asmara yang rumit antara Choi In Ha (dimainkan oleh aktris cantik Park Shin Hye) dan Choi Dal Po (dimainkan oleh aktor ganteng Lee Jong Suk) lebih mendominasi dalam drama tersebut. Ayah terbaik nampaknya tak salah bila disematkan pada ayah Choi In Ha yaitu Choi Dal Pyung. Karena, meski sang anak acap kali bersikap terlalu jujur dan menimbulkan masalah, Choi Dal Pyung tetap memberikan kasih sayang dan perhatian sepenuh hati. Misalnya hadiah sepasang sepatu cantik yang ia berikan untuk sang anak di dalam episode drama Korea Pinocchio yang keenam.

2. Drama Korea Bridal Mask
Kimura Taro (diperankan oleh aktor senior Chun Ho Jin) adalah seorang kepala kepolisian Jepang yang berada di salah satu wilayah Korea. Hal itu bisa terjadi karena drama Korea ini memang bertemakan perang masa penjajahan Jepang di Korea Selatan. Kekejaman Kimura Taro tidak hanya terkenal di kalangan kepolisian saja namun juga di keluarganya. Sebagai contoh, ia pernah memberikan hukuman serius pada anak kandungnya saat pedangnya dicuri untuk dijual di pasar. Sang anak yaitu Kimura Shunji dipatahkan kakinya begitu saja oleh sang ayah akibat kejadian tersebut. Belum cukup disitu, Kimura Taro pun tanpa segan memasukkan anaknya kedalam salah satu divisi pasukan perang kepolisian Jepang Kishokai. Padahal Kimura Shunji tadinya pecinta damai dan berprofesi sebagai guru pengajar pelajaran musik di sekolah dasar di area Namsan.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di korea dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s